Minggu, 10 November 2013

Apa itu Geisha?

Apa itu Geisha? Sebagian besar orang tentu langsung membayangkan sosok wanita Jepang ber-kimono lengkap dengan dandanan putih tebal dan rambut palsunya. Geisha sering disalahartikan banyak orang sebagai wanita penghibur atau yng berkaitan dengan prostitusi. Padahal, arti geisha sebenarnya adalah “seniman” atau “artis”, yang berasal dari huruf kanji gei [=seni] dan sha/mono [=orang]. 
  
Image geisha tidak terlepas dari kimono yang rumit, sanggul palsu lengkap dengan hiasan daun icho dan kanzashi [jepit rambut], serta make-up tebal berwarna putih dan pemulas bibir warna merah. Karena riasan wajahnya yang putih itu, sekitar abad ke-13 pada zaman Kamakura geisha pernah dikenal dengan istilah shirabyoshi.
 Geisha yang sudah ada sejak zaman dulu punya sejarah panjang.  Pada awalnya istilah geisha sebenarnya hanya ditujukan untuk para pria yang menjadi houkan [pelawak di sitana kaisar]. Setelah ada wanita yang berpartisipasi, barulah muncul istilah onna geisha [geisha wanita] yang selanjutnya disebut sebagai geisha seperti sekarang ini. Dulu orang yang menjadi geisha umumnya anak yatim-piatu atau berasal dari keluarga tidak mampu yang dibeli oleh ochaya [kedai teh]. Sejak masih kecil mereka dididik okasiman [istilah ‘mma’ yang mengelola ochaya] untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga, dan lama kelamaan diangkat menjadi asisten geisha senior. Selama masa training, mereka ditempatkan dan dipekerjakan di rumah seorang seniman sebagai pelayan rumah tangga. Lamanya training ini bisa mencapai beberapa tahun hungga mereka bisa menjadi geisha. Selama bekerja di sanalah mereka mengamati dan mempelajari apa yang dikerjakan si seniman, yang dijadikan bekal pengetahuan untuk mereka kelak. 

Lain halnya dengan dulu, geisha di zaman modern ini tidak lagi berasal dari keluarga miskin atau yatim-piatu. Siapapun bisa menjadi geisha, namun yang pasti mereka dituntut untuk menguasai berbagai bidang kesenian Jepang tradisional, mulai dari ikebana [=seni merangkai bunga], chanoyu [=upacara minum teh], menari tarian tradisional, kaligrafi, membuat puisi, bermain alat musik tradisional shamisen [=sejenis banjo bersenar tiga], kodaiko [=drum kecil yang dimainkan menggunakan stik kayu], hingga mempelajari bahasa Inggris. Di Kyoto, anak gadis yang magang untuk menjadi geisha dikenal dengan sebutan maiko. Biasanya usia maiko bekisar 15-20 tahun. Para maiko ini di-training untuk menemani geisha senior melayani tamunya di kedai teh atau undangan pesta hanya sekedar menyajikan minuman, mengobrol dengan tamu, dan tampil menunjukan kemampuan seninya, yaitu tachikata dan jikata. Tachikata yang menampilkan tarian tradisional Jepang biasanya dilakukan oleh para maiko, sedangkan jikata kebanyakan dilakukan oleh geisha senior dengan menampilkan nyanyian atau permainan musik tradisional. Setelah berusia 20 tahun, para maiko harus memutuskan apakah mereka akan menjadi geisha atau tidak. Apabila kelak mereka menikah, mereka tidak boleh lagi menjadi geisha. Harga yang dibayar untuk menyewa geisha cukup mahal, dan tidak sembarang orang bisa menyewa geisha, kecuali orang yang punya relasi dekat dengan okamisan. Satu hal yang perlu diketahui, para geisha tidak menyajikan makanan, membicarakan hal-hal lain di luar pesta, apalagi bekerja one-night stand untuk tamunya.
  
Sekarang ini jumlah geisha di Jepang semakin menurun drastis. Kalau pada tahun 1920-an jumlah geisha di Jepang mencapai 80 ribu orang, sekarang ini jumlahnya kurang dari 10 ribu orang. Disamping pengaruh masuknya budaya Barat, penyebab lainnya adalah berkurangnya orang yang tertarik menjadi geisha karena harus mengikuti proses training yang memakan waktu lama dan detail. Selain itu mahalnya harga sewa geisha membuat orang-orang memilih alternatif hiburan lain pada pesta mereka. Walau sudah langka, para geisha modern masih bisa ditemukan di distrik geisha Kyoto dan Tokyo. Demikian juga maiko yang banyak ditemukan di distrik Kyoto, seperti Gion dan Pontocho; dan distrik Higashi Geisha di Kanzawa.
 

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar